PERILAKU DAN LOKOMOSI KECOA
(COKROACHES/Periplaneta americana)
Tugas ini di tujukan untuk memenuhi Laporan Praktikum Mata Kuliah Biologi Perilaku

Disusun oleh:
Amalia Khoir
208700570
Kelompok 4
Dosen Praktikum : Ucu Julita, S.Si
Tanggal Praktikum : 30 September 2011
Tanggal Penyerahan: 5 Oktober 2011
JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG
2011
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Di dunia terdapat ± 3.500 jenis serangga kecoa (ordo Blattodea) yang hidup secara cosmopolitan dan banyak ditemukan di lingkungan perumahan, gedung pabrik maupun perkantoran. Kecoa menyukai tempat hidup yang tersembunyi, sempit, kondisi lembab dan kotor (di balik retakan dinding / lemari, dekat dengan saluran air, kamar mandi, dll), serta memiliki lokomosi yang sangat cepat.
Jenis-jenis kecoa yang umum diketahui antara lain : German Cockroach (Blatella germanica) ; American cockroach (Periplaneta americana) ; Oriental cockroach (Blatta orientalis); Brown-banded cockroach (Supella longipalpa) ; Australian cockroach (Periplaneta fuliginosa); dan Brown cockroach (Periplanetabrunnea) . Namun yang paling sering ditemui di Pulau Jawa adalah jenis Periplaneta Americana.
Seperti serangga lainnya, kecoa juga mengalami daur hidup (metamorphosis tidak sempurna) . Daur hidup kecoa terdiri dari tiga stadium yaitu telur, nimfa, dan dewasa. Untuk menyelesaikan satu siklus hidupnya, kecoa memerlukan waktu kurang lebih tujuh bulan. Untuk stadium telur, kecoa membutuhkan waktu 30 – 40 hari sampai telur menetas. Telur kecoa diletakkan secara berkelompok. Kelompok telur kecoa dilindungi oleh selaput keras yang disebut kapsul telur atau ootheca. Satu kapsul telur biasanya berisi 30 telur. Oleh induk kecoa, kapsul telur diletakkan di tempat tersembunyi seperti sudut-sudut dan permukaan sekatan kayu dan dibiarkan sampai menetas. Namun ada beberapa jenis kecoa yang kapsul telurnya menempel pada ujung abdomen induknya sampai menetas.3 Peletakan kapsul kecoa bisa mencapai 30 – 86 kapsul per kecoa dengan interval 3 – 5 hari.
Sebuah kapsul telur yang telah dibuahi oleh kecoa jantan akan menghasilkan nimfa. Nimfa hidup bebas dan bergerak aktif. Nimfa yang baru keluar dari kapsul telur biasanya berwarna putih. Dengan bertambahnya umur, warna ini akan berubah warna menjadi cokelat Seekor nimfa akan mengalami pergantian kulit beberapa kali sampai nimfa menjadi stadium dewasa. Dengan adanya sayap pada stadium dewasa, maka dapat menjadikan kecoa lebih bebas bergerak dan berpindah tempat.
Sesuai dengan pengelompokkannya kedalam kelas insekta maka kecoa memiliki kai berjumlah tiga pasang kaki (hexapoda). Morfologi kecoa meliputi cephalo (kepala), thoraks (dada), dan abdomen (perut). Seperti serangga lainnya kecoa memiliki eksoskeleton yang melapisi permukaan tubuhnya untuk membentuk dan menopang tubuhnya. Pada kepala terdapat antenna yang lebih penting dari mata majemuknya. Antenna berperan sebagai penyeimbang gerak dan pengenal lingkungan termasuk rasa, bau, dan bahkan mengetahui letak sumber air. Abdomen sebagai bagian terbesar, terdiri dari beberapa plate yang saling tumpang tindih sehingga Nampak seperti perisai tubuh. Otak kecoa bukanlah organ tunggal, melainkan seperti simpul saraf tunggal yang memanjang sepanjang tubuhnya (system sarag tangga tali). kecoa bernafas melalui sepuluh pasang lubang yang terdapat di bagian atas toraks. Kecoa memiliki sifat scavenger (pemakan bangkai) dan omnifora (pemakan hewan dan tumbuhan).
1.2 Tujuan Praktikum:
1. Menentukan morfologi Kecoa (Periplaneta americana)
2. Menganalisa perilaku eksplorasi Kecoa (Periplaneta americana)
3. Menganalisa perilaku lokomosi berjalan Kecoa (Periplaneta americana)
4. Mengamati stimulus yang melibatkan organ sensoris pada Kecoa (Periplaneta americana)
1.3. Hipotesis
1. Morfologi Kecoa (Periplaneta americana) memiliki bentuk yang memanjang, yang mempunyai kepala, toraks, dan abdomen pada bagian dorsal dan ventral
2. Kecoa (Periplaneta americana) menunjukan perilaku eksplorasi dengan cepat dan melakukan grooming
3. Kecoa (Periplaneta americana) menunjukan perilaku lokomosi berjalan
4. Kecoa (Periplaneta americana) menunjukan pergerakan stimulusnya untuk makan atau shelter
1.4. Tinjauan Pustaka
Kecoa termasuk phyllum Arthropoda, klas Insekta. Para ahli serangga memasukkan kecoa kedalam ordo serangga yang berbeda-beda. Maurice dan Harwood ( 1969 ) memasukkan kecoa ke dalam ordo Blattaria dengan salah satu familinya Blattidae; Smith ( 1973 ) dan Ross ( 1965 ) memasukkan kecoa kedalam ordo Dicyoptera dengan sub ordonya Blattaria; sedangkan para ahli serangga lainnya memasukkan kedalam ordo Orthoptera dengan sub ordo Blattaria dan famili Blattidae.
Kecoa, Periplaneta americana (en.wikipedia.org)
Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Kingdom : Animalia
Pillum : Arthropoda
Kelas : Insecta
Ordo : Orthoptera
Familia : Blattellidae
Genus : Periplaneta
Spesies : Periplaneta americana
Kecoa merupakan serangga yang hidup di dalam rumah, restoran, hotel, rumahsakit, gudang, kantor, perpustakaan, dan lain-lain. Seranga ini sangat dekat kehidupannya dengan manusia, menyukai bangunan yang hangat, lembab dan banyak terdapat makanan, Hidupnya berkelompok, dapat terbang, aktif pada malam hari seperti di dapur, di tempat penyimpanan makanan, sampah, saluran-saluran air kotor, umumnya menghindari cahaya, siang hari bersembunyi di tempat gelap dansering bersemnbunyi dicela-cela. Serangga ini dikatakan pengganggu karena mereka biasa hidup ditempat kotor dan dalam keadaan terganggu mengeluarkan cairan yang berbau tidak sedap. Kecoa mempunyai peranan yang cukup penting dalam penularan penyakit. Peranan tersebut antara lain :
a. Sebagai vector mekanik bagi beberapa mikro organisme patogen.
b. Sebagai inang perantara bagi beberapa spesies cacing.
c. Menyebabkan timbulnya reaksi-reaksi alergi seperti dermatitis, gatal-gatal dan pembengkakan kelopak mata.
Serangga ini dapat memindahkan beberapa mikro organisme patogen antara lain, Streptococcus, Salmonella dan lain-lain sehingga mereka berperan dalam penyebaran penyakit antara lain, Disentri, Diare, Cholera, Virus Hepatitis A, Polio pada anak anak Penularan penyakit dapat terjadi melalui organisme pathogen sebagai bibit penyakit yang terdapat pada sampah atau sisa makanan, dimana organisme tersebut terbawa oleh kaki atau bagian tubuh lainnya dari kecoa, kemudian melalui organ tubuh kecoa, organisme sebagai bibit penyakit tersebut menkontaminasi makanan.
A. Morfologi Kecoa
Kecoa adalah serangga dengan bentuk tubuh oval, pipih dorso-ventral. Kepalanya tersembunyi di bawah pronotum, dilengkapi dengan sepasang mata majemuk dan satu mata tunggal, antena panjang, sayap dua pasang, dan tiga pasang kaki. Pronotum dan sayap licin, tidak berambut dan tidak bersisik, berwarna coklat sampai coklat tua.
B. Jenis-jenis kecoa
Di dunia terdapat kurang lebih 3.500 species kecoa, 4 (empat) spesies diantaranya umumnya terdapat di dalam rumah yaitu Periplaneta Americana (American Cockroach), Blattela germanica (German Cockroach), Blatta orientalis (Oriental Cockroach), dan Supella langipalpa (Brown Banded Cockroach) ke empat species kecoa tersebut dari kapsul telur, nymfa dan dewasanya.
C. Daur Hidup
Kecoa adalah serangga dengan metamorfosa tidak lengkap, hanya melalui tiga
stadia (tingkatan), yaitu stadium telur, stadium nimfa dan stadium dewasa yang dapat dibedakan jenis jantan dan betinanya. Nimfa biasanya menyerupai yang dewasa, kecuali ukurannya, sedangkan sayap dan alat genitalnya dalam taraf perkembangan.

30 – 86 Kapsul per kecoa dengan interval peletakan tiap 3 – 5 hari
Telur kecoa berada dalam kelompok yang diliputi oleh selaput keras yang menutupinya kelompok telur kecoa tersebut dikenal sebagai kapsul telur atau “Ootheca”. Kapsul telur dihasilkan oleh kecoa betina dan diletakkan pada tempat tersembunyi atau pada sudut-sudut dan pemukaan sekatan kayu hingga menetas dalam waktu tertentu yang dikenal sebagai masa inkubasi kapsul telur, tetapi pada spesies kecoa lainnya kapsul telur tetap menempel pada ujung abdomen hingga menetas. Jumlah telur maupun masa inkubasinya tiap kapsul telur berbeda menurut spesiesnya.
Dari kapsul telur yang telah dibuahi akan menetas menjadi nimfa yang hidup
bebas dan bergerak aktif. Nimfa yang baru keluar dari kapsul telur berwarna putih seperti buturan beras, kemudian berangsur-angsur berubah menjadi berwarna coklat, Nimfa tersebut berkembang melalui sederetan instar dengan beberapa kali berganti kutikula sehingga mencapai stadium dewasa. Periplanetta americana Linnaeus dewasa dapat dikenal dengan adanya perubahan dari tidak bersayap pada stadium nimfa menjadi bersayap pada stadium dewasanya pada P.Americana yang dewasa terdapat dua pasang sayap baik pada yang jantan maupun betinanya.
Daur hidup Periplaneta brunnea Burmeister dalam kondisi laboratorium dengan suhu rata-rat 29 ยบ C, dan kelembaban 78 % mencapai 7 bulan, terdiri atas masa inkubasi kapsul telur rata-rata 40 hari, perkembangan stadium nimfa 5 sampai 6
bulan.
Masa inkubasi kapsul telur P.americana rata-rata 32 hari, perkembangan nimfa inkubasi antar 5 sampai 6 bulan, serangga dewasa kemudian berkopulasi dan satu minggu kemudian menghasilkan kapsul telur yang pertama sehingga daur hidup P americana memerlukan waktu rata-rata 7 bulan. Daur hidup Neostylopyga rhombifolia (Stoll) mencapai 6 bulan, meliputi masa inkubasi kapsul telur rata-rata 30 hari, perkembangan nimfa antara 4 bulan dan 5 bulan. Serangga dewasa kemudian berkopulasi dan 15 hari kemudian yang betina menghasilkan kapsul telur.
Daur hidup Periplaneta australasiae (Fabricius) mencapai 7 bulan, meliputi masa inkubasi kapsul telur rata-rata 35 hari, perkembangan nimfa memerlukan waktu antara 4 bulan sampai 6 bulan, serangga dewasa kemudian berkopulasi dan 10 hari kemudian yang betina menghasilkan kapsul telur yang pertama.
D. Habitat
Banyak spesies kecoa di seluruh dunia, beberapa diantaranya berada di dalam
rumah dan sering didapatkan di restoran, hotel, rumah sakit, gudang, kantor dan
perpustakaan.
E. Kebiasaan Hidup
Kecoa kebanyakan terdapat di daerah tropika yang kemudian menyebar ke daerah sub tropika atau sampai kedaerah dingin. Pada umumnya tinggal didalam rumah-rumah makan segala macam bahan, mengotori makanan manusia, berbau tidak sedap. Kebanyakan kecoa dapat terbang, tetapi mereka tergolong pelari cepat (“ cursorial“), dapat bergerak cepat, aktif pada malam hari, metamorfosa tidak lengkap, Kerusakan yang ditimbulkan oleh kecoa relative sedikit, tetapi adanya kecoa menunjukkan bahwa sanitasi didalam rumah bersangkutan kurang baik.
Hubungan kecoa dengan berbagai penyakit belum jelas, tetapi menimbulkan gangguan yang cukup serius, karena dapat merusak pakaian, buku-buku dan mencemari makanan. Kemungkinan dapat menularkan penyakit secara mekanik karena pernah ditemukan telur cacing, protozoa, virus dan jamur yang pathogen pada tubuh kecoa.
Seekor P brunnea betina yang telah dewasa dapat menghasilkan 30 kapsul telur atau lebih dengan selang waktu peletakkan kapsul telur yang satu dengan peletakkan kapsul telur berikutnya berkisar antara 3 sampai 5 hari; tiap kapsul telur P.brunnea rata-rata berisi 24 telur, yang menetes rata-rata 20 nimfa dan 10 ekor diantaranya dapat mencapai stadium dewasa. Nimfa P.brunnea berkembang melalui sederetan instar dengan 23 kali berganti kutikula sebelum mencapai stadium dewasa.
Hasil pengamatan di laboratorium menunjukkan bahwa seekor P.americana betina ada yang dapat menghasilkan 86 kapsul telur, dengan selang waktu peletakkan kapsul telur yang satu dengan kapsul telur berikutnya rata-rata 4 hari. Dari seekor N.rhombifolia betina selama hidupnya ada yang dapat menghasilkan 66 kapsul telur, sedangkan P.autralasiae betina dapat menghasikan 30-40 kapsul telur.
Karena kecoa adalah hewan nocturnal, atau hewan yang aktif di malam hari, maka akan sulit bagi manusia untuk menyadari bahwa di sekeliling mereka banyak kecoa. Inilah salah satu alasan mengapa kecoa cepat berkembang biak. Manusia baru menyadari keberadaan kecoa bila tempat persembunyian si kecoa telah dipadati oleh populasi kecoa, sehingga para kecoa membagi koloni mereka dan berpisah untuk mencari habitat baru.
Di dunia ini diperkirakan ada sekitar 4.000 spesies kecoa. Dari semuanya itu, yang paling akrab dengan manusia hanya empat spesies. Sisanya lebih memilih tinggal di hutan, melahap kayu dan dedaunan. Berbeda dengan kecoa rumahan, kecoa-kecoa yang tinggal di hutan berperan penting di dalam ekosistem. Dengan adanya pasukan kecoa, sampah hutan didaur ulang menjadi makanan bagi tumbuhan. Para kecoa ini juga menjadi nutrisi yang menyehatkan bagi sejumlah reptil dan mamalia.
Keempat spesies yang hidup dekat dengan manusia adalah:
- Blatella germanica
- Periplaneta americana
- Supella longipalpa
- Blatta orientalis
Di Indonesia, dua spesies kecoa pertama, yakni kecoa Jerman (Blatella germanica) dan kecoa Amerika (Periplaneta americana) yang sering dijumpai di bangunan-bangunan. Habitat kedua jenis kecoa ini berbeda. Kecoa Amerika lebih senang berada di dalam tempat yang lembab dan hangat, seperti septictank dan saluran sanitasi yang terletak di luar rumah. Sedangkan kecoa Jerman senang berada di tempat yang lembab, gelap dan banyak makanan, seperti dapur, lemari makan, atau di atas plafon rumah.
F. Cara Berkembang Biak
Kecoa betina menghasilkan telur. Sedangkan kecoa jantan menhasilkan sperma. Proses perkawinan dimulai dengan si betina mengeluarkan feromon yang berfungsi untuk memikat si jantan. Selanjutnya si jantan mendekat. Pada beberapa spesies, beberapa jantan berkelahi untuk memperebutkan satu betina. Si pejantan tangguh kemudian memasukkan spermanya ke rahim si betina. Apa yang terjadi selanjutnya berbeda untuk setiap spesies. Kecoa yang berjenis ovivipar akan mengeluarkan telurnya yang disimpan di dalam sebuah kantung yang bernama oteka (ootheca). Oteka kemudian dilekatkan di perut si induk. Selanjutnya ada yang tetap membawa oteka tersebut hingga telur-telur di dalam oteka menetas. Namun tak jarang oteka disembunyikan di tempat yang sesuai untuk perkembangan telur. Kecoa yang berjenis ovovivipar tidak mengeluarkan oteka dari rahimmnya. Sedangkan pada kecoa yang berjenis vivipar, bayi-bayi kecoa berkembang di cairan yang terdapat di rahim induknya, seperti halnya kehamilan pada mamalia.
Jumlah keturunan tiap spesies kecoa berbeda. Pada kecoa Jerman, sepasang induk akan menhasilkan keturunan sebanyak 300.000 dalam waktu setahun. Sedangkan pada spesies Amerika, lebih sedikit, hanya 800 keturunan. Kecoa dikenal sebagai serangga yang kotor, menjijikkan, dan penyebar penyakit pada manusia.
Kecoa mempunyai bentuk tubuh khas, yaitu pipih, dengan kepala tersembunyi di bawah pronotum yang lebar. Panjang tubuhnya antara beberapa milimeter sampai hampir 100-an milimeter. Tubuh kecoa kebanyakan berwarna coklat muda sampai coklat tua mendekati hitam.
BAB II
ALAT DAN BAHAN
2.1. Alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah :
Alat
No | Alat | Jumlah |
1 | Aquarium (45x 25x 25 cm3) | 1 buah |
2 | Shelter | 1 buah |
3 | Stop watch | 1 buah |
4 | Cawan petri | 1 buah |
2.2 Bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah :
Bahan
No | Bahan | Jumlah |
1 | Kecoa (Perplaneta americana) | 2 ekor adu dan non adu |
2 | Air | ¾ bagian aquarium |
3 | Buah semangka | 1 buah |
4 | Cat warna | 3 warna (hijau, coklat, merah) |
5 | Styrofoam | 1 buah |
BAB III
METODOLOGI PRAKTIKUM
3.1 Waktu dan tempat
Praktikum dilaksanakan di Laboratorium Biologi Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung pada tanggal 30 September 2011.
3.2 Cara Kerja dan Pengamatan
1. Pengamatan morfologi
a. Amati Individu kecoa (Periplaneta americana)
b. Kenali dan catat perbedaan fisik kecoa (Periplaneta americana), bagian dorsal dan ventral yang di letakan di cawan petri
2. Pengamatan membalikan badan
a. Masukan seekor kecoa ke dalam cawan petri (dengan posisi dalam keadaan terbalik) catat waktu yang dibutuhkan kecoa untuk membalikan badannya, dengan tiga kali pengulangan
b. Masukan seekor kecoa ke dalam aquarium (dengan posisi dalam keadaan terbalik) sebagai alas aquarium gunakan alas busa yang berguna untuk memperlambat pergerakan kecoa catat waktu yang dibutuhkan kecoa untuk membalikan badannya, dengan tiga kali pengulangan.
3. Pengamatan eksplorasi
a. Masukan seekor kecoa ke dalam aquarium (dengan posisi dalam keadaan terbalik) sebagai alas aquarium gunakan alas busa yang berguna untuk memperlambat pergerakan
b. Amati perilaku eksplorasi kecoa selama maksimal 5 menit dalam lingkungan yang baru. Catat kemana kecoa akan pergi pertama kali. Apakah kecoa cenderung bergerak kea rah ruang terbuka ditengah aquarium (bidang horizontal) atau diam menempel di dinding aquarium (dalam bidang vertical)
c. Amati perilaku grooming yang dilakukan oleh kecoa dan bagian tubuh mana yang digunakan
4. Pengamatan Lokomosi
Lokomosi serangga melibatkan 3 pasang kaki (depan, tengah, dan belakang) yang digunakan secara bergantian. (Catatan R3 = Kaki belakang sisi kanan; R2 = Kaki tengah kanan; R1 = Kaki depan kanan; L3 = Kaki belakang sisi kiri; L2 = Kaki tengah kiri; L1 = Kaki depan kiri).
a. Amati dan catat pergerakan langkah kecoa menuju ke depan pada kecepatan normal dan catat durasi yang dibutuhkan untuk siklus berjalan (keenam kaki digunakan secara lengkap dalam satu siklus),
b. Amati dan catat pergerakan langkah kecoa yang sama menuju ke depan setelah di tiup dengan sedotan hitung kecepatan maksimum. Dan catat durasi saat pertama kali berjalan hingga berhenti dan berbelok arah
c. Amati dan catat pola pergerakan langkah kecoa menuju ke depan pada kecepatan normal, setelah diberi cat pada 3 pasang kaki, kaki depan kanan dan kiri berwarna hijau, kaki tengah kanan dan kiri berwarna coklat, dan kaki belakang kanan dan kiri berwarna merah.
d. Amati dan catat pola gerakan langkah yang sama menuju ke depan jika kedua kaki tengah dihilangkan serta catat durasi dari saat pertama kali berjalan hingga berhenti atau berbelok arah
5. Pengamatan deteksi makanan, air, dan shelter
a. Masukan shelter pada sudut kanan aquarium, dan masukan cawan petri yang berisi potongan semangka segar dan beberapa tetes air
b. Masukan perlahan kecoa pada aquarium tersebut. Catat waktu yang dibtuhkan kecoa untuk mencapai kedua object tersebut (shelter atau makanan)
c. Hitung waktu saat kecoa berada di shelter ataupun di cawan petri yang berisi makanan
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Morfologi

Gambar. Morfologi kecoa
4.1.1 Dorsal (Punggung)

Gambar. Dorsal kecoa (Periplaneta Americana)
4.1.2 Ventral

Gambar. Ventral kecoa (Periplaneta Americana)
Dari gambar di atas dapat terlihat bahwa Kecoa adalah serangga dengan bentuk tubuh oval, pipih dorso-ventral. Kepalanya tersembunyi di bawah pronotum, dilengkapi dengan sepasang mata majemuk dan satu mata tunggal, antena panjang, sayap dua pasang, dan tiga pasang kaki. Pronotum dan sayap licin, tidak berambut dan tidak bersisik, berwarna coklat sampai coklat tua. Kecoa mempunyai bentuk tubuh khas, yaitu pipih, dengan kepala tersembunyi di bawah pronotum yang lebar. Panjang tubuhnya antara beberapa milimeter sampai hampir 100-an milimeter. Tubuh kecoa kebanyakan berwarna coklat muda sampai coklat tua mendekati hitam.
4.2 Membalikkan badan
4.2.1 Membalikan badan didalam cawan petri
individu | Ulangan | rata-rata | ||
1 | 2 | 3 | ||
1 | 18.85 | 2.07 | 2.03 | 7.65 |
Pada pengamatan kecoa pada saat membalikan badan yang di dilakukan dengan cawan petri yang ditutup dilakukan dengan pengulangan tiga kali, yang pertama kecepatan membalikan badan sebesar 18, 85 sekon kemudian pengulangan yang kedua 2,07 sekon dan ketiga 2,03 sekon dengan rata rata 7,65 sekon. Dapat disimpulkan bahwa kecepatan yang paling cepat yaitu saat pertama kali karena belum banyak melakukan aktivitas, tetapi setelah pengulangan kedua membalikan badan pergerakan agak lambat tetapi kemudian pada pengulangan ketiga mengalami kenaikan percepatan. Lambat dan cepatnya membalikan badan dapat dikarenakan aktivitas, faktor luas pemukaan, faktor stress.
4.2.2 Membalikan badan didalam aquarium yang terbalik
Individu | ulangan | rata-rata | ||
1 | 2 | 3 | ||
1 | 0.59 | 1.12 | 2.06 | 1.256667 |
Sedangkan, pada pengamatan kecoa pada saat membalikan badan yang di dilakukan di aquarium yang ditutup kemudian dengan alas styrofoam agar tidak licin dengan dilakukan dengan pengulangan tiga kali, yang pertama kecepatan membalikan badan sebesar 0,59 sekon kemudian pengulangan yang kedua 1,12 sekon dan ketiga 2,06 sekon dengan rata rata 1,25 sekon. Dapat disimpulkan bahwa kecepatan yang pertama kali paling cepat walaupun alas memakai Styrofoam dan tempat yang luas dibandingkan dengan menggunakan cawan petri, besarnya kecepatan yaitu 0,59 sekon karena saat pertama kali karena belum banyak melakukan aktivitas, tetapi setelah pengulangan kedua dan ketiga membalikan badan pergerakan agak lambat mungkin disebabkan karena alas memakai Styrofoam dan aktivitas yang lelah.
4.3 Eksplorasi
Arah | individu | rata-rata | ||
1 | 2 | 3 | ||
Vertikal | 2.22 | 4.56 | 218.23 | 75.00333 |
Horizontal | 0 | 55.62 | 22.18 | 25.93333 |
Keterangan
Vertikal : dinding aquarium
Horizontal : Alas aquarium (ruangan terbuka)
Pada saat pengamatan eksplorasi terjadi grooming, yaitu:
a. Membersihkan kaki depan sebelah kiri
b. Membersihkan kaki depan sebelah kanan
c. Membersihkan kaki kiri bagian tengah
d. Membersihkan kaki kiri bagian belakang
Pada saat eksplorasi yaitu kecoa dimasukkan ke aquarium ternyata kecoa pada individu 1 lebih suka berada di dinding aquarium (vertical) dibandingkan dengan di alas (horizontal), tetapi justru pada individu 2 lebih suka berada pada di horizontal alas terbuka, dan individu 3 lebih lama berada di dinding sehingga rata rata dapat disimpulkan bahawa kecoa lebih suka berada di dinding (vertical) dapat dikarenakan factor jikan di zona horizontal yang luas tidak ada perlindungan. Kemudian pada saat di dinding ataupun di zona horizontal kecoa banyak melakukan grooming (bersih bersih) yaitu dengan membersihkan kaki depan sebelah kiri, membersihkan kaki depan sebelah kanan, membersihkan kaki kiri bagian tengah, dan membersihkan kaki kiri bagian belakang.
4.4 Pengamatan Lokomosi
4.4.1 Lokomosi kecepatan normal
individu | ulangan | rata-rata | ||
1 | 2 | 3 | ||
1 | 4.13 | 6.44 | 0 | 3.523333 |
Pada pengamatan lokomosi dengan kecepatan normal dengan pengulangan tiga kali di dapatkan hasil, bahwa pergerakan kecoa tidak cepat yaitu pada kecepatan pertama 4,13 sekon, pengulangan kedua 6,44 sekon, dan pengulangan ketiga stagnan. Dapoat disimpulkan bahwa pergerakan kecoa semakin lambat karena factor lelah dan stress, terutama pada pengulangan ketiga tidak melakukan pergerakan sama sekali.
4.4.2 Lokomosi kecepatan maksimal (ditiup dari arah belakang)
individu | ulangan | rata-rata | ||
1 | 2 | 3 | ||
1 | 0.35 | 0.34 | 0.5 | 0.396667 |
Pada lokomosi dengan kecepatan maksimal dengan menggunakan sedotan yang ditiup ke arah dubur sehingga menghasilkan kecapatan maksimal. Yaitu pertama 0, 35 sekon, kedua 0, 34, dan yang ketiga 0,5.
4.4.3 Pola berjalan Normal
Pola Berjalan | L3R1R2 L3R1R2 L3R1R2 R3L1L2 R3L1L2 R3L1L2 |
Keterangan : R3 = Kaki belakang sisi kanan; R2 = Kaki tengah kanan; R1 = Kaki depan kanan L3 = Kaki belakang sisi kiri; L2 = Kaki tengah kiri; L1 = Kaki depan kiri).
Pola berjalan dengan 3 pasang kaki setelah diberi cat warna kaki depan kanan dan kiri berwarna hijau, kaki tengah kanan dan kiri berwarna coklat, dan kaki belakang kanan dan kiri berwarna merah. Pada kecoa didapatkan hasil bahwa kecoa melangkahkan kaki dengan kaki belakang kiri, kaki depan kanan, kemudian kaki tengah kanan, diikuti dengan kaki belakang kanan, kaki depan kiri, dan kaki tengah kiri begitupun langkah seterusnya.
4.5 Pola berjalan dengan kaki tengah dicabut
Pola Berjalan | L1L3 L1L3 L1L3 R1R3 R1R3 R1R3 |
Keterangan : R3 = Kaki belakang sisi kanan;; R1 = Kaki depan kanan L3 = Kaki belakang sisi kiri; L1 = Kaki depan kiri).
Pola berjalan pada kecoa dengan 2 pasang dengan kaki tengah dicabut didapatkan hasil bahwa kecoa melangkahkan kaki pertama kali yaitu kaki depan kiri, kaki depan belakang, kemudian diikuti dengan kaki depan kanan, dan kaki belakang kanan.
4.6 Stimulus
Individu | Perilaku | ||
durasi awal | makanan | Shelter | |
1 | 0.31 | 0 | 299.69 |
Pada percobaan stimulus yaitu menhasilkan durasi awal 0,31 sekon kecoa tersebut bergerak ke arah shelter dan diam dengan banyak waktu 299, 69 sekon kecoa sedikitpun tidak menyentuh makanan dapat disimpulkan bahwa kecoa tersebut tidak lapar dan merasa terancama sehingga masuk ke shelter. Kecoa menyukai tempat hidup yang tersembunyi, sempit, kondisi lembab dan kotor (di balik retakan dinding / lemari, dekat dengan saluran air, kamar mandi, dll), serta memiliki lokomosi yang sangat cepat.
KESIMPULAN
Kecoa adalah serangga dengan bentuk tubuh oval, pipih dorso-ventral. Kepalanya tersembunyi di bawah pronotum, dilengkapi dengan sepasang mata majemuk dan satu mata tunggal, antena panjang, sayap dua pasang, dan tiga pasang kaki.
Pada saat pengamatan eksplorasi terjadi grooming, yaitu, membersihkan kaki depan sebelah kiri, Membersihkan kaki depan sebelah kanan, membersihkan kaki kiri bagian tengah, Membersihkan kaki kiri bagian belakang. Kecoa lebih suka berada di dinding (vertical) dan pada pengamatan ini lebih banyak berdiam di shelter.
Kecoa menyukai tempat hidup yang tersembunyi, sempit, kondisi lembab dan kotor (di balik retakan dinding / lemari, dekat dengan saluran air, kamar mandi, dll), serta memiliki lokomosi yang sangat cepat.
DAFTAR SUMBER
Maskoeri, Jasin. 1998. Sistematika Hewan. Surabaya: Sinar Jaya
Radiopetro.1996.Zoologi.Jakarta:Erlangga
Sri Dwiastutu Dan Puguh Karyanto.2003.KKH I.Surakarta:UNS Press
Daftar sumber internet:
Diakses tanggal 04 Oktober 2011
http://wapedia.mobi/id/Serangga
http://www.e-dukasi.net/mol/mo_full.php?moid=78&fname=bio111_07.htm
http://id.wikipedia.org/wiki/Kecoa
http://animaldiversity.ummz.umich.edu/index.html
http://pdfdatabase.com/index.php?q=nama+ilmiah+hewan+hewan
http://www.e-dukasi.net/mol/mo_full.php?moid=78&fname=bio111_07.htm
http://id.wikipedia.org/wiki/Kecoa
http://animaldiversity.ummz.umich.edu/index.html
http://pdfdatabase.com/index.php?q=nama+ilmiah+hewan+hewan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar